| UKM Jangan Lengah Hadapi FTA |
|
|
|
| Written by dede |
| Thursday, 04 March 2010 03:20 |
|
Jakarta - Wakil Ketua Komisi VI DPR, Nurdin Tampubolon mengingatkan agar pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) segera merubah perilaku dalam mengelola usahanya "Pelaku UKM harus menjalankan usahanya dengan paradigma baru. Kalau tidak, usaha mereka akan bangkrut karena pasar domestik dibanjiri produk China yang harganya sangat murah," kata Nurdin, dalam acara Grand Launching Pameran Indonesia Program Kemitraan Bina Lingkungan (PKBL) BUMN di Hotal Aryaduta, Jakarta, akhir pekan lalu.Permintaan Wakil Ketua Komisi VI DPR tersebut sehubungan dengan telah diberlakukannya perdagangan bebas Asia-China (AC FTA) terhitung Januari 2010 lalu, sementara Indonesia, lanjut Nurdin, berada dalam kondisi yang sama sekali belum siap. Baik secara infrastruktur maupun regulasi yang semestinya sudah dari awal disiapkan pemerintah. "Saya ingatkan, setiap pelaku UKM harus dalam posisi siaga untuk menyelamatkan usahanya. Apabila lengah dan lalai dalam membaca pasar saat itu juga permintaan pasar diisi dengan produk luar, utamanya China," tegas Nurdin. Namun hingga kini belum satupun diantara dua opsi tersebut direspon pemerintah. "Malah Menteri Perdagangan menegaskan ke dunia internasional bahwa Indonesia ndak ada masalah dengan pemberlakuan AC FTA meski dalam kondisi tidak siap," kata Nurdin, mengutip pernyataan Menteri Perdagangan Marie Elka Pangestu.Nurdin juga menyinggung soal ketidaksiapan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin). Soal dumping saja misalnya,Nurdin memastikan bahwa Kadin belum punya perangkatnya sama sekali. "Padahal dumping merupakan sebuah praktek dagang yang dengan mudah bisa membunuh keberadaan UKM di Indonesia." Melihat berbagai ancaman dari pemberlakuan AC FTA ini, Nurdin menegaskan bahwa DPR telah membentuk Panitia Kerja (Panja) guna mengawasi praktek AC FTA. "Panja akan bekerja untuk jangka waktu 6 bulan ke depan. Jika pada akhirnya di temui gejala bahwa AC FTA mengancam ekonomi Indonesia, maka DPR segera membentuk Panitia Khusus (Pansus)," tegasnya.Dia juga menyambut diselenggarakannya "Indonesia PKBL BUMN Expo 2010" sebagai salah satu cara untuk membangun sinergisitas diantara pelaku UKM di Indonesia. "DPR mendorong agar kemitraan BUMN dengan UKM semakin kokoh. Pameran yang akan berlangsung 17 hingga 21 Maret 2010 mendatang hanya salah satu cara untuk membangunnya. Masih banyak cara lain belum terlaksana," pungkas Nurdin. #kamMri Harian Ekonomi Neraca, 01 Feb 2010 |
Hingga H-3 Lebaran baru 2 pejabat yang melakukan pelaporan penerimaan parsel ke KPK. Mereka yakni Ketua MK Mahfud MD dan atas nama Direktur Keuangan ASDP Fatah Topobroto.
Molornya pesawat Garuda GA 222 jurusan Jakarta - Solo diakui pihak anak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Edy Bhaskoro alias Ibas. Namun Ibas, yang kini menjadi anggota Komisi I DPR itu tidak terlambat 20 menit, hanya 10 menit. 


