| Kredit UKM di Daerah Tumbuh |
|
|
|
| Written by dede |
| Thursday, 29 April 2010 07:29 |
|
MALANG: Penyaluran kredit usaha mikro kecil menengah (UMKM) di sejumlah wilayah di Tanah Air dilaporkan mengalami pertumbuhan. Di Malang misalnya, penyaluran kredit UMKM di wilayah Kantor Bank Indonesia (KBI) Malang lewat Unit Pelaksana Teknis Satuan Tugas Daerah Konsultan Keuangan Mitra Bank (UPT Satgasda KKMB) sudah mencapai Rp72,9 miliar. Irchami AN, Analis Muda Senior KBI Malang, mengatakan khusus periode Januari-Maret, penyaluran kredit Satgasda KKMB mencapai Rp11,570 miliar dengan debitur sebanyak 58 pengusaha UMKM. "Realisasi penyaluran kredit UMKM lewat UPT Satgasda KKMB sebesar Rp72,9 merupakan akumulasi dari 2006," ujarnya kemarin. Tren penyaluran kredit UMKM yang difasilitasi KKMB itu, katanya, meningkat dari tahun ke tahun. Pada 2006, realisasinya hanya mencapai Rp6,6 miliar, 2007 (Rp7,5 miliar), 2008 (Rp16,1 miliar), dan pada 2009 meningkat pesat menjadi Rp31,2 miliar. Yang menggembirakan pula, angka non performing loan (NPL) kredit UMKM lewat KKMB sangat bagus, yakni 0%. "Saya sudah mengecek pada bank penyalur kredit maupun KKMB dan menginformasikan karena NPL kredit UMKM nol persen." Karena tingkat kepatuhan debitur UMKM yang tinggi untuk mengangsur kredit mereka, kata dia, banyak bank melirik untuk membiayai UMKM lewat KKMB. Hampir setiap hari, petugas account officer bank mendatang kantor KKMB di Jl Kawi dan menanyakan apakah ada UMKM yang layak didanai bank. Dibandingkan dengan sebelum adanya lembaga UPT Satgasda KKMB, menurut dia, maka adanya lembaga tersebut dapat mempercepat penyaluran kredit UMKM. Percepatan itu bisa terjadi karena UMKM mendapatkan pendampingan dari KKMB sehingga usaha dan aset mereka menjadi bankable. Penyaluran di Sulut Sementara itu, dari Manado dilaporkan pula realisasi penyaluran kredit UMKM di Provinsi Sulawesi Utara per Februari tahun ini meningkat 25,75% menjadi Rp7,34 triliun. "Peningkatan kredit UMKM tersebut, karena perbankan di Sulut tetap menjalankan kebijakan ekspansi kendati kondisi ekonomi global belum pulih benar," ujar Pemimpin Bank Indonesia (BI) Manado, Ramlan Ginting, sebagaimana dikutip Antara, kemarin. Triwulan pertama 2009, kata Ramlan, kredit UMKM tercatat Rp5,84 triliun, sedangkan pada 2008 baru Rp4,30 triliun, tetapi seiring meningkatnya kepercayaan bank kepada sektor ini, maka kucuran kredit UMKM meningkat menjadi Rp7,34 triliun pada awal 2010. "Peningkatan kredit UMKM merupakan sesuatu yang menggembirakan, sebab makin besarnya kredit ke sektor ini secara langsung akan mempercepat sektor riil bergerak," kata Ramlan. Dengan realisasi meningkat menjadi Rp7,34 triliun, maka pangsa kredit UMKM membesar signifikan yakni menjadi 78,77 persen, tumbuh dibandingkan pangsa triwulan pertama tahun lalu baru sebesar 64,22 persen. "Peningkatan pangsa kredit ini memberi harapan besar, bahwa sektor UMKM dapat tumbuh dan berkembang pesat, pada gilirannya akan menohok pertumbuhan ekonomi daerah ini mencapai perkiraan BI sebesar 6,7 persen pada triwulan pertama tahun ini," kata Ramlan. Pemimpin BNI Wilayah XI Manado, Joppy Lamonge, mengatakan kredit UMKM tetap akan menjadi perhatian bank, sebab di Sulut sektor ini yang menguasai sektor riil. "UMKM menjadi penggerak pertumbuhan, makanya perbankan memandang sektor ini secara positif dengan tetap menjalankan kebijakan ekspansi," kata Joppy. (k24) Bisnis Indonesia, Selasa, 27/04/2010 |
Hingga kini permasalahan korupsi belum mampu diatasi oleh pemerintah Indonesia. Bila penyakit masyarakat tersebut tidak dituntaskan, maka kehancuran bangsa tinggal menunggu waktunya. 


